Dikisahkannya, tiga korban dikeroyok sejumlah orang pada malam hari, besoknya korban kembali didatangi lalu kaki dan tangan korban diikat kemudian korban dipaksa makan nasi basi.
“Ada korban yang hampir mati, besoknya korban diikat kaki dan tangannya lalu dipaksa makan nasi basi ini kan perlakuan tidak manusiawi,”ucapnya.
Para terduga pelaku kata dia, terkesan dilindungi oleh salah satu oknum kepala sekolah dasar di desa itu, bahkan sang kepala sekolah pernah mengatakan biarkan saja polisi datang, nanti akan dihadapi oleh sang kepala sekolah.
Dirinya mendesak Polres Kupang segera melanjutkan proses hukum atas laporan para korban sehingga kasus ini menjadi terang-benderang, siapa yang nantinya terbukti melakukan tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Semetara itu, Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata melalui Kasat Reskrim Iptu Yeni Setiono yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/06) malam, hingga berita ini dipublikasi belum memberikan komentarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












