PSI juga menghindari politik identitas agar pemimpin yang dihasilkan benar memiliki kualitas dan program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Politik identitas, intoleransi dan korupsi yang ingin dihilangkan oleh PSI agar Indonesia menjadi rumah bersama yang aman, nyaman dan damai.
Grace Natalie meminta pengurus PSI di NTT jangan terburu-buru menutup pendaftaran bagi Bacaleg, biarkan banyak orang mendaftarkan diri agar nantinya dilakukan seleksi secara terbuka karena PSI menganut sistem seleksi oleh tim independen dari akademisi, tokoh profesional, tokoh agama dan tokoh masyarakat dilibatkan sebagai tim seleksi independen.
Hasil seleksi dari tim independen tentu akan menghasilkan calon anggota legislatif yang berkualitas, memiliki wawasan kebangsaan, anti intoleransi dan terpenting anti korupsi.
“Kalau yang memilih adalah tim independen, mau bayar juga ke siapa. Kita buat sistem agar tidak ada mahar politik, kita buat sistem agar mau bayar juga susah. Saya dengar di Jawa uang pendaftaran Bacaleg hari ini masih ada yang minta 150 juta untuk biaya formulir saja, belum pasti jadi Caleg,”ungkapnya.
PSI sudah lebih siap menghadapi Pemilu 2024 berbeda dengan Pemilu 2019 dimana saat itu PSI belum memiliki pengalaman pemilu. Misalnya jumlah kuota caleg semua tingkatan normalnya sebanyak 22 ribu orang, PSI saat itu hanya punya 3 ribu caleg seluruh Indonesia. Kendala PSI saat itu soal bagaimana meyakinkan orang bergabung dengan PSI.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












