KUPANG, KI — Selama puluhan tahun, Kabupaten Kupang dikenal memiliki bentangan lahan pertanian yang luas dan potensial. Dari dataran Kupang Timur, hamparan sawah Sulamu, kawasan Kupang Barat hingga wilayah kepulauan Semau dan pelosok Amfoang, sektor pertanian selalu menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat.
Namun, potensi besar tersebut kerap terhambat oleh persoalan klasik: minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan).
Kelangkaan traktor, mesin pompa air, hingga combine harvester di masa lalu membuat proses pengolahan lahan berlangsung lambat. Tidak sedikit petani yang terlambat menanam karena harus mengantre alat, sehingga produktivitas pertanian belum mampu mencapai potensi maksimalnya.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Yosef Lede bersama Wakil Bupati Aurum Titu Eki bergerak cepat. Keduanya menjadikan modernisasi pertanian sebagai agenda prioritas pembangunan daerah, mendorong percepatan mekanisasi sebagai fondasi kokoh menuju kemandirian pangan tahun 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


