Orang nomor satu di Polres Kupang ini menguraikan, awal di bulan Januari tahun 2023 korban datang dirumah pelaku YB untuk bermain dengan anak pelaku.
Saat itu YB mengajak korban sebut saja bunga untuk masuk kedalam kamar tidur dan sesampainya dikamar tidur, terduga pelaku meraba bagian-bagian vital korban dan mengajaknya untuk bersetubuh dengan iming-iming dibayar uang sejumlah Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah).
Korban menolaknya dan langsung melarikan diri. Dan pada bulan Maret 2023 korban kembali kerumah pelaku untuk mengantar uang. Saat itu IYMB yang tinggal serumah dengan YB melihat korban datang dan langsung menariknya kedalam kamar tidur dan membuka baju korban kemudian melakukan hal yang tidak senonoh terhadap korban hingga korban ketakutan dan melarikan diri.
Atas aksi bejat kedua pelaku korban menceritakan kepada ibunya dan selanjutnya melapor di SPKT Polres Kupang.
Dari laporan inilah penyidik PPA dibawah pimpinan Ipda Sutrisno bersama Aipda Mesak Manimoi, S. Ap, Briptu Fatima Wati Balae dan Briptu Theresia Marisca bekerja keras melakukan penyidikan hingga mengungkap keterlibatan kedua pelaku yang merupakan tetangga korban sendiri. (Sumber : Tribratanewskupang.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












