Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Indikasi Ada Upaya Penyerobotan Hak Atas Tanah Milik Masyarakat Desa Sillu

kabar-independen.com
IMG 20220204 WA0003

Kupang, KI – Masyarakat Desa Sillu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang mendatangi Polda NTT untuk mengadukan tindakan sejumlah oknum yang diduga melakukan penyerobotan terhadap tanah milik warga.

Tindakan sejumlah oknum itu dinilai telah meresahkan masyarakat pemilik tanah dengan memasang sejumlah pilar yang mengelilingi tanah milik warga.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Sesuai pers release yang diterima media ini, Jumat (03/02/2022), Kedatangan warga ke Polda NTT didampingi langsung oleh kuasa hukum Tobbyas Ndiwa, SH dan Oscar Rasi, SH dari Kantor Hukum Tov Lawyers – Jakarta.

Baca Juga :  Kasus Penyerangan di Mamboro: Majelis Hakim PN Waikabubak Vonis Ringan Tiga Terdakwa, Kuasa Hukum Korban Desak JPU Ajukan Banding

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/34/2022/SPKT tertanggal 02 Pebruari 2022, Markus Jelasi warga Oebima Desa Silu, telah melaporkan tentang peristiwa Pidana Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 167 yang diduga dilakukan oleh Abihut Fatutuan.

Tobbyas Ndiwa Kuasa Hukum warga mengatakan, laporan polisi yang sudah dibuat merupakan bentuk reaksi keras masyarakat Desa Silu yang diwakili Markus Jaelasi atas tindakan Abihut Fatutuan yang diduga telah melakukan penyerobotan lahan warga melalui pemasangan pilar pada tanggal 20 Nopember 2021 lalu di Desa Silu.

Baca Juga :  Kasus Penyerangan di Mamboro: Majelis Hakim PN Waikabubak Vonis Ringan Tiga Terdakwa, Kuasa Hukum Korban Desak JPU Ajukan Banding

Menurutnya, tindakan sepihak tanpa sosialisasi dan penjelasan yang dilakukan oleh Abihut Fatutuan, telah menciptakan keresahan bagi warga Silu yang takut hak atas tanah mereka akan direbut dan diambil tanpa persetujuan. Sedangkan status tanah tersebut, selain sebagai tanah pemukiman, juga merupakan lahan-lahan kebun warga yang selama ini diolah sebagai sumber kehidupan ekonomi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung