Oelamasi, KI –Pansus LKPJ Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2018-2024 berhasil menemukan data mencengangkan terkait dengan penyaluran dana bagi korban bencana Seroja. Pansus menemukan puluhan milyar dana Seroja Raib tanpa bekas.
Habel Mbate selaku Ketua Pansus saat memberikan keterangan pers, Senin (29/04/2024) di gedung DPRD mengatakan, carut-marut penyaluran dana Seroja kemudian membuat Pansus harus bertemu langsung BNPB di Jakarta.
Keputusan bertemu BNPB itu kata dia untuk mencari kebenaran sekaligus menjawab segala keluhan para korban yang tidak mampu dijawab tuntas oleh Pemerintah Kabupaten Kupang melalui BPBD .
Dijelaskannya, data korban 11.036 KK lalu pemerintah pusat gelontorkan dana 229.9 miliar. Faktanya, BPBD lalu melakukan verifikasi dan validasi sehingga diperoleh jumlah 10.624 KK korban seroja yang disepakati untuk segera dibayarkan.
Ia mengatakan, terdapat kelebihan keuangan negara setelah pemerintah melakukan pembayaran, per 31 Oktober 2023 terdapat sisa anggaran 46 miliar berdasarkan keterangan Kalak BPBD Semy Tinenty. Anehnya, jumlah itu bertambah menjadi 51,6 miliar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pansus.
“Informasi ini kami pansus gali dan ternyata benar seperti itu, hasil konsultasi pimpinan DPRD pada bulan Desember 2023, Direktur PRR BNPB tegaskan untuk segera kembalikan dana ke kas negara untuk proses selanjutnya,” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.