KUPANG, KI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah cepat ini diambil guna menyikapi berbagai dinamika dan kejadian yang terjadi di lapangan, sekaligus menyusun rencana aksi konkret demi mengamankan program strategis nasional tersebut.
Dalam rapat tersebut, persoalan mendasar yang mencuat adalah masih lemahnya sistem pengawasan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Kupang.
Saryaskus Paulus Liu selaku Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Kupang memaparkan bahwa saat ini SPPG sebagian besar masih beroperasi secara mandiri. Ia mengakui, pemantauan di daerah-daerah terpencil masih menghadapi tantangan berat.
“Saat ini tercatat ada 80 titik target. Dari jumlah tersebut, baru 4 titik yang sudah dilakukan pemasangan sistem modular,” ungkapnya saat memberikan laporan.
Sementara itu, tercatat ada 25 unit SPPG yang menjadi fokus perhatian dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kupang saat ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












