Dengan demikian yang akan terjadi kata dia, seorang pimpinan daerah tidak terlalu fokus mengurus rakyatnya melainkan berpikir bagaimana mengembalikan ongkos politik yang sebelumnya telah digelontorkan membayar mahar.
Baginya, bila dihitung berdasarkan penghasilan tetap sebagai seorang Bupati tentunya tidak terlalu besar, maka untuk mengembalikan banyak dana yang terkuras itu sudah bisa dipastikan akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan.
“Kami tau berapa penghasilan seorang Bupati, kalau dada yang keluarkan uang 5-10 miliar dan kalau jadi Bupati itu dia pasti pencuri dan implikasinya terhadap masyarakat, sebab mereka butuh perubahan dari daerah termiskin ketiga sesuai peraturan pemerintah,”ungkapnya.
Menurutnya, bila ada calon Bupati dan Wakil Bupati yang diakomodir oleh partai politik tanpa mahar, ketika terpilih akan maksimal bekerja membangun daerahnya dengan sangat luar biasa.

Sementara David Daud, Ketua DPD PSI Kabupaten Kupang mengatakan, partainya merasa terhormat kedatangan salah satu figur potensial yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kupang.
“Kami PSI merasa terhormat kedatangan salah satu putra terbaik di Kabupaten Kupang yang mendaftar di PSI,”imbuhnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












