Ia menegaskan, jika dilihat dari sudut pandang perspektif gereja, sebagai tokoh agama tentu akan menyatakan benar jika itu benar dan salah jika salah.
Siapapun yang berkompeten memutuskan kemelut dalam tubuh partai demokrat sesuai regulasi yang berlaku.
“Dari mimbar gereja, kami pendeta akan bicara tentang keadilan, kejujuran, kebenaran. Ini juga yang kami harapkan itu juga terjadi dalam kemelut yang sementara terjadi dalam partai demokrat,”ungkapnya.
Pergumulan partai demokrat saat ini kata dia, lewat doa bersama ini diharapkan demokrasi dapat terwujud dengan benar. Semua pengurus dan kader tentunya berharap kemelut ini segera berakhir dengan keputusan yang adil dan benar agar supaya demokrasi tidak menjadi hal yang relatif di Indonesia. (Jessy).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












