Menurutnya, setiap tahun terdapat alokasi dana untuk membiayai BUMDes sebesar Rp. 100.000.000 per tahun, dana untuk penanggulangan bencana senilai Rp. 170.000.000 lebih tahun 2019 – 2020. Demikian halnya dengan dana untuk pemuda sebesar Rp.5.000.000.
Dana – dana itu kata dia, tidak jelas penggunaannya hingga hari ini. Pernah sekali ada warga desa yang mengalami musibah kebakaran rumah, penjabat Kepala Desa sendiri saat itu hadir dan menyaksikan langsung serta turut mengambil gambar musibah itu. Namun anehnya, tidak pernah ada bantuan untuk korban bencana sementara ada dana yang dialokasikan tiap tahun.
Masyarakat berkali – kali bertanya soal dana – dana itu kepada pihak pemerintahan desa tapi jawaban yamg selalu diperoleh bahwa laporan sudah dusampaikan ke kecamatan sehingga masyarakat diminta menunggu. Jawaban ini selalu berulang – ulang didengar masyarakat manakala mereka bertanya tentang dana desa.
“Kami sebagai masyarakat hanya pikirkan saja, kemana dana – dana itu digunakan selama ini,”Ungkap dia.
Masyarakat hingga saat ini tidak pernah tau atau diberitahu kemana dan untuk apa saja dana – dana itu digunakan, sebab nyata dilapangan bahwa program tersebut tidak pernah dijalankan, walaupun diatas kertas semua mungkin sudah dilaksanakan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












