Petani terpaksa kerja secara swadaya dan gotong-royong, berupaya mengatasi kerusakan bantalan secara darurat menggunakan pasak kayu dan pasir dalam karung untuk pembendung air sementara agar menyelamatkan tanaman padi yang sudah ditanam agar tidak kering dan mati.
“harapan kami, Pemerintah Kabupaten Kupang dan Balai Sungai bisa memperbaiki bendungan tersebut secara permanen,”ungkapnya. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












