Ma…bertahun-tahun tanpamu, kami anak-anakmu telah melewati kehidupan dengan kisah hidup masing-masing. Akupun telah melewati kehidupanku bahkan dititik terendah dari kehidupan ini yang merubah seluruh hidupku dalam sekejap.
Ma..maafkan aku pernah melakukan kesalahan terbesar didalam hidup ini. Maafkan aku karena gagal menjadi anak yang baik. Semua yang terjadi pastinya membuatmu sedih di alam sana.
Maafkan aku, namun aku selalu percaya jauh diatas sana bahkan mungkin bila kau pun masih berada didunia ini seberapa besarpun kesalahanku yang membuatmu kecewa, kemarahan mu bukan kebencian tapi bentuk kasih sayang yang tulus untukku. Dan dititik terendah dari hidupku ini selalu mengingatkanku bahwa hanya kasih sayangmu mama yang tak akan pernah pudar meskipun dunia menyakiti dan membenciku.
Ma…jika saja saat ini kau masih ada disini, aku percaya kau tak akan pernah membiarkanku sendiri menghadapi dunia ini. maafkan aku mama..karena mengusik mu dalam keabadian mu, tapi aku tak berdaya disaat aku benar-benar merindukanmu.
Sejujurnya aku lelah bertahan sendiri. Aku lelah berpura-pura tegar namun aku rapuh. Jiwaku letih menyimpan kisahku sendiri. Aku butuh dirimu karena banyak yang ingin aku ceritakan padamu tentang sedihku juga bahagiaku. Mimpi-mimpiku juga kegagalanku.…
Ma… banyak yang ingin aku lakukan untukmu, dan andaikan ada kesempatan itu, betapa aku ingin bersimpuh di kakimu dan memohon maaf padamu. Andaikan ada kesempatan itu, betapa aku ingin membasuh kakimu dan memijat tubuh lelah mu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












