Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Cerpen  

Natalku dan Setumpuk Rindu Untuk Malaikat tak Bersayap

kabar-independen.com
Reporter : Jermi Mone Editor: Redaksi
IMG 20241116 150117

Ma…bertahun-tahun tanpamu, kami anak-anakmu telah melewati kehidupan dengan kisah hidup masing-masing. Akupun telah melewati kehidupanku bahkan dititik terendah dari kehidupan ini yang merubah seluruh hidupku dalam sekejap.

Ma..maafkan aku pernah melakukan kesalahan terbesar didalam hidup ini. Maafkan aku karena gagal menjadi anak yang baik. Semua yang terjadi pastinya membuatmu sedih di alam sana.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Maafkan aku, namun aku selalu percaya jauh diatas sana bahkan mungkin bila kau pun masih berada didunia ini seberapa besarpun kesalahanku yang membuatmu kecewa, kemarahan mu bukan kebencian tapi bentuk kasih sayang yang tulus untukku. Dan dititik terendah dari hidupku ini selalu mengingatkanku bahwa hanya kasih sayangmu mama yang tak akan pernah pudar meskipun dunia menyakiti dan membenciku.

Ma…jika saja saat ini kau masih ada disini, aku percaya kau tak akan pernah membiarkanku sendiri menghadapi dunia ini. maafkan aku mama..karena mengusik mu dalam keabadian mu, tapi aku tak berdaya disaat aku benar-benar merindukanmu.

Sejujurnya aku lelah bertahan sendiri. Aku lelah berpura-pura tegar namun aku rapuh. Jiwaku letih menyimpan kisahku sendiri. Aku butuh dirimu karena banyak yang ingin aku ceritakan padamu tentang sedihku juga bahagiaku. Mimpi-mimpiku juga kegagalanku.…

Ma… banyak yang ingin aku lakukan untukmu, dan andaikan ada kesempatan itu, betapa aku ingin bersimpuh di kakimu dan memohon maaf padamu. Andaikan ada kesempatan itu, betapa aku ingin membasuh kakimu dan memijat tubuh lelah mu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung