Ma..saat ini aku ingin membagi kisahku padamu. Aku tahu meskipun kita terpisah dunia, kau tak akan pernah memberi restu pada kesedihanku dihari Natal ini. Aku tahu kau pun takkan pernah biarkan aku bersedih di hari yang bahagia ini…
Mama maafkan aku, bukan aku tak ikhlas membiarkanmu di taman keabadian tapi aku hanya ingin kau mendengarkan keluhku akan rinduku, juga perihnya kehidupanku tanpamu. Aku hanya ingin mencurahkan sedikit kesedihanku agar hati ini tak seutuhnya terluka dan beban ini tak menindih semakin kuat.
Ma…bertahun-tahun aku menjalani kehidupanku tanpamu. Bertahun-tahun aku melewati hari-hariku tanpa senyum dan kasih sayangmu. Bertahun-tahun aku melewati natal ini seorang diri dalam kesedihan bahkan ada sesal yang terselip dihatiku karena aku tak punya kesempatan untuk bersimpuh dan memohon maaf padamu bahkan memberimu sedikit kasih sayangku.
Ma…kini desember datang lagi dan natal membuatku merindukanmu. Perasaan ini berhari-hari merasuki diriku yang membuat aku menangis untuk kesekian kalinya karena melewati natal tanpa dirimu.
Ma… saat memasuki desember seperti ini hatiku terusik, ada rasa rindu yang teramat menggelitik hatiku, rasa ingin menyentuhmu, memelukmu, merasakan ketulusan kasihmu. Juga melihat senyum indah diraut wajahmu yang selalu memberi keteduhan dan kenyamanan…hingga detik ini masih jelas terekam jejakmu bersamaku dalam ingatanku juga hatiku. Semua tentangmu selalu indah dan dalam hidupku sosokmu tak akan pernah tergantikan.
Ma…meskipun hanya sesaat aku menghabiskan waktuku bersamamu dan meskipun saat kau pergi aku belum dapat memahami semua itu, tapi hal terbaik dan terindah yang selalu kuingat tentangmu kau ajarkan kebaikan dan kasih untuk kami anak-anakmu. Kasihmu selalu menyatukan kami meskipun dalam perbedaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












