PAN memiliki pengalaman pahit, tercatat pernah menyelenggarakan kongres paling heboh dan paling brutal dalam sejarah politik partai di Indonesia. Saat kongres di Kendari beberapa tahun lalu itu tercatat sebagai arena paling brutal dalam sejarah partai.
Politik partai kata dia sejatinya adalah merebut sebanyak – banyaknya kursi DPR semua tingkatan serta kursi pimpinan daerah bahkan kursi presiden untuk berjuang sesuai visi dan misi serta platform partai. Kompetisi antar Parpol, berjuang dibidang politik untuk merebut kekuasaan.
Menurutnya, Partai Amanat Nasional ingin belajar dari Parpol lainnya yang lebih mengedepankan musyawarah untuk mufakat, memutuskan sesuatu secara aklamasi. Ia menegaskan agar jajaran partainya terutama tiga provinsi yang melaksanakan musda dapat memilih pengurus secara musyawarah, menghindari cara – cara yang tidak sportif.
Dalam pernyataan penutupnya, Ketua Umum PAN mengajak seluruh kadernya berjuang membela rakyat sesuai filosofi matahari yang berarti selalu memberi, selalu menyinari dan tidak pernah ingkar janji.
Selama masih ada PAN katanya, rakyat Indonesia tidak akan kehilangan harapan, visi dan misi serta platform partai agar Indonesia berdaulat dibidang ekonomi, budaya dan politik. Karena kedaulatan akan melahirkan keadilan menuju masyarakat yang berkeadilan sosial. (Jessy).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












