Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tinggi Angka Kasus Ibu Melahirkan Masih Usia Anak di Kabupaten Kupang

kabar-independen.com
IMG 20240309 114154
dr. Tjokorda I. Febriana Swastika Kadis P2KBP3A.

Langkah yang dilakukan Dinas P2KBP3A yakni mengedukasi agar para remaja bis menjadi remaja yang berencana, merencanakan masa depannya.

IMG 20240309 WA0010
Juhardi D. Selan, S.STP Kepala Bappeda.

Kepala BAPPEDA Juhardi D. Selan, S.STP menjelaskan, ibu yang melahirkan masih berusia anak justru menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Strategi pembangunan di tahun 2024 ungkapnya, penguatan kesehatan untuk penyelesaian masalah stunting diprioritaskan pada remaja putri, Bumil dan balita stunting.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Kemendikdasmen dan Pemda NTT Gelar Rakor Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

Peringatan Hari Perempuan Internasional kali ini menjadi momentum sinergitas program dengan sosialisasi kesehatan reproduksi.

Dirinya berharap, semua remaja memahami tentang hal mana yang berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi.

“Ada banyak hal yang harus kita selesaikan, tapi kita mulai dari strategi pertama adalah informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat diketahui semua remaja di Kabupaten Kupang,”ujar Juhardi D. Selan. (Jessy)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung