“Padahal saat pengajuan proposal Komite dilibatkan dengan turut serta menandatangani proposal dimaksud,” ungkap Pdt. David Ndolu.
Menurutnya, apabila Komite Sekolah tidak dilibatkan dalam pengawasan atau kontrol terhadap pembangunan sekolah maka Komite menduga bahwa pembangunan RPS tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga tidak disampaikan secara transparan kepada Komite.
“Ada apa dibalik semua ini,” tanya Pdt. David.
Pendeta David Ndolu yang juga menjabat sebagai Ketua Klasis Amfoang Selatan yang juga termasuk wilayah Kecamatan Amfoang Tengah, dirinya bersama para Pendeta GMIT yang melayani di wilayah Klasis Amfoang Selatan menilai hal tersebut penting.
Sebab sejak awal niat Para Pendeta yang melayani di Klasis Amfoang Selatan khususnya di Rayon Timur juga mempunyai kepedulian terhadap Pendidikan khususnya masyarakat Indonesia yang berada di Daerah Perbatasan dengan Timor Leste dan juga yang berada di daerah sekitar Pembangunan Observatorium Nasional Timau.
Untuk itu dirinya meminta Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur menanggapi serta menindaklanjuti pengaduan tersebut karena hal tersebut sangat penting sebab menyangkut dengan citra pendidikan di Nusa Tenggara Timur khususnya dan Indonesia umumnya dimata atau pandangan negara tetangga Timor Leste.
“Pendidikan NTT harus lebih baik dan menjadi cermin atau contoh bagi pendidikan negara tetangga,” tegas Pdt. David Ndolu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












