Obet Bansole menjelaskan, dirinya masih menunggu kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk berkoordinasi terkait persiapan menanti kunjungan kerja Gubernur NTT, Bupati Kupang dan rombongan.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pathau Silvester Reinati mengaku tidak sependapat dengan keputusan Kepala Desa.
Menurut Ketua BPD Pathau yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (08/04/2023), warga Desa Pathau saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi ditambah dengan harga kebutuhan pokok yang kian melonjak.
Boleh saja warga dimintai sumbangan asalkan tidak ada kata wajib dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Desa Pathau, silahkan warga memberi dari kemampuan masing-masing secara sukarela bukan wajib. Dirinya berharap pemerintah bijaksana menyikapi kondisi serba sulit yang sedang dialami warga Desa Pathau.
“Kalau Kepala Desa minta warganya yang ada ubi kayu, pisang, kelapa, Lombok, jagung, tomat bisa dikumpulkan untuk dimasak lalu jamu para tamu, kalau ini saya sepakat tetapi kalau sudah wajib kumpul uang 50.000 itu yang saya tidak setuju,”ujarnya. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












