Demikian pula dengan sektor peternakan, petugas lapangan Dinas Peternakan tidak pernah ada di Desa, banyak kasus ternak sapi, babi, ayam mati. Warga kesulitan mengatasi penyakit pada ternak lantaran tidak ada tenaga teknis di Desa.
Warga hanya diberikan bantuan ternak sapi, babi tetapi tidak didampingi sehingga banyak kasus sering terjadi kematian ternak.
Sementara itu, Anton Natun menilai pemerintah tidak serius mengurus dua sektor utama tersebut. Persoalan demikian ditemukannya saat melakukan Reses sebagai program rutin setiap tiga bulan sekali atau empat kali dalam setahun.
Ia mengatakan, banyak lahan pertanian belum diintervensi oleh pemerintah, padahal sektor pertanian merupakan salah satu sumber pendapatan mayoritas warga di Kabupaten Kupang. Banyak juga infrastruktur pertanian yang tidak memadai semisalnya sumber air, ketersediaan pupuk dan lainnya.
“Kalau pertanian diurus dengan baik saya pastikan ada perubahan tingkat ekonomi masyarakat, ini juga indikator pembangunan sumber daya manusia,”tandasnya.
Sektor pertanian dan peternakan, warga membutuhkan pendampingan, nyatanya sampai hari ini tidak ada pendampingan dari dinas pertanian dan peternakan, sebab dua sektor ini menjadi tumpuan utama hidup sehari-hari, bagaimana pemerintah bisa bicara soal peningkatan sumber daya manusia kalau dua sektor ini masih terbengkalai. Jika tidak diperhatikan dengan serius maka apapun program pemerintah pasti gagal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












