Upaya pemulihan pasca kecelakaan serta penyelarasan prosedur pelayanan menjadi fokus utama, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan sosial dan transportasi tetap terjaga.
Perwakilan instansi lain melanjutkan dengan menyampaikan solusi untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di Kabupaten Belu. Aloysius S. Dedy Luan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan menyampaikan kesiapan pengawasan serta uji kendaraan yang terintegrasi dengan peningkatan sarana dan prasarana jalan.
John Ronald B. Bara Lay, ST, M.PWK dari Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan menyoroti pentingnya pengembangan angkutan jalan dan transportasi secara komprehensif guna mendukung regulasi keselamatan.
Di sisi lain, S. Vinsen Dalung dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menekankan bahwa peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur jalan merupakan kunci kelancaran arus lalu lintas,
Sedangkan Daud Lay dari Dinas Kesehatan menggarisbawahi urgensi penyediaan ambulans dan fasilitas medis untuk penanganan cepat kecelakaan.Forum ini menjadi cermin komitmen dalam menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Belu.
Sinergi antar instansi, termasuk peran Jasa Raharja Kabupaten Belu, menunjukkan bahwa kerja sama terintegrasi dan inovatif dapat meningkatkan efektivitas upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Komitmen bersama ini tidak hanya bertujuan menurunkan angka kecelakaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perlindungan sosial dan pelayanan prima.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












