Ketua Pembangunan Rehuel Masneno menceritakan sejarah pembentukan dan perjalanan pembangunan gereja Efata Huko’u di tandai dengan pembangunan gedung gereja.
Pada awalnya ada di kampung Oeturu dengan nama gereja kebangkitan. Namun adanya seruan dari Camat Amarasi ketika itu menjadikan sebuah desa konsentrasi sehingga gereja di pindahkan ke Huko’u pada Tahun 1973 dengan di bangun tembok serta dinding tanpa atap yang akan digunakan sebagai tempat kebaktian.
Pekerjaan Gedung gereja secara bertahap mulai di kerjakan sejak tahun 1980 dan disempurnakan pada bulan November 1996 hingga Maret 1997. Tahun 2015 pekerjaan pergantian atap genteng ke atap Seng. Tahun 2019 pekerjaan plafon dan lantai selesai di kerjakan.
Ia mengakui, pekerjaan gedung gereja dilakukan tahap demi tahap lantaran keterbatasan dana serta tidak adanya donatur sehingga pihak gereja memberlakukan sumbangan wajib dari jemaat, sumbangan sukarela dan sumbangan dari luar Jemaat.
Ia menuturkan jika pembangunan gereja bisa terselesaikan atas tambahan dana melalui pinjaman kredit dari Koperasi TLM dan KSP Monafen.
Harapannya ke depan adalah sebagai tanggung jawab seluruh jemaat untuk menuntaskan pinjaman yang sudah di terima dalam proses pembangunan dan pelayanan iman tetap terus berjalan sepanjang gedung ini tetap berdiri, menjadi garam dan terang di tengah dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












