Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Pertamina Larang Pengisian Pertalite Gunakan Jerigen, Ketua Harian ADKASI : Tidak Pro Rakyat

kabar-independen.com
IMG 20220420 083209

Kebijakan pemerintah pusat mensubsidi BBM jenis Pertalite menunjukan keberpihakannya terhadap rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, nelayan serta sektor lainnya. Tetapi kemudian Pertamina melarang rakyat tidak boleh mengisi BBM Pertalite menggunakan jerigen.

Selaku ketua harian ADKASI, dirinya menentang keras kebijakan Pertamina yang mematikan sekian ribu rakyat dengan usaha – usaha mikro kecil dan menengah miliknya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

“Kalau kebijakan ini terus dipertahankan oleh Pertamina, saya berjanji akan memimpin rakyat turun ke jalan, saya yang pimpin,”Ungkapnya.

Baca Juga :  Upacara Harkitnas ke-118 di Kabupaten Kupang, Sekda : Momentum Jaga Tunas Bangsa

Dilarangnya pengisian Pertalite oleh Pertamina mengindikasikan bahwa BBM jenis ini khusus digunakan untuk kalangan menengah ke atas dan bukan untuk rakyat. Oleh karena itu, pemerintah mestinya kembali menjual premium sebagai alternatif bagi rakyat.

Menurutnya, terasa sangat naif ketika pemerintah pusat melakukan subsidi Pertalite namun nyatanya tidak boleh digunakan oleh rakyat kecil dengan alasan kebijakan Pertamina yang tidak pro rakyat, sebaiknya hadirkan kembali BBM jenis premium.

“Rakyat tidak mempersoalkan berapa harga BBM, harga sudah naik tetapi rakyat dilarang untuk membeli dengan alasan aturan. Ini kan sama saja, yang bisa gunakan Pertalite itu kalangan menengah ke atas, orang-orang mampu. Ini mematikan usaha rakyat kecil,”Tegasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung