“Relokasi sudah batal, dana stimulan juga tidak, kami ini bagaimana? Mungkin peluang bantuan dana untuk penyintas,”tandasnya.
Warga lainnya yang enggan namanya ditulis menyebutkan, Bupati Kupang Korinus Masneno saat berkunjung kedesanya pernah menjanjikan dana sebesar Rp. 10.000.000 per KK
Kepala Desa Pukdale Oktovianus Lesiangi menjelaskan, sebanyak 191 KK korban Seroja di desanya belum tersentuh bantuan, sementara 15 KK lainnya sudah memperoleh dana dari pemerintah sebesar Rp.500.000 per bulan tetapi itupun tidak rutin.
Relokasi korban Seroja yang menjadi usulan warga sejak lama ternyata mandek ditengah jalan lantaran terkendala pembebasan tanah. Pemerintah Desa pun sudah gigih berusaha termasuk bertemu Bupati Kupang dan Lembaga DPRD tetapi kenyataannya tetap sama.
“Saya berani pastikan kepada masyarakat bahwa relokasi sudah batal karena terkendala tanah,”ucap Kades Pukdale.
Deasy Ballo-Foeh anggota DPRD Kabupaten Kupang saat berdialog dengan korban Seroja Pukdale dengan tegas meminta masyarakat tidak menghubung-hubungkan dengan politik, bukan siapa dukung siapa atau siapa pilih siapa. Persoalan Seroja adalah soal kemanusiaan yang mesti menjadi perhatian semua pihak.
Ditegaskan oleh Deasy Ballo – Foeh, Dirinya turun bertemu masyarakat korban Seroja di Desa Pukdale semata-mata karena urusan kemanusiaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












