Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SUARA FLOBAMORATA. Karya Pdt. Kolmalei Kol Manimabi, S.Th

kabar-independen.com
IMG 20230817 180120

Angin mengantarkan musimnya hari ini. Dari atas langit Nusa cendana wangi, Timor Amarasi, memberkati.
Bunga-bunga pinang mekar, aroma sirih menyebar.

Teunraen-buraen. Nonbes-tunbes. Teu’baun-heobaun,
mengalirkan kebahagiaan, mereka nok manse sae ne, tarantea manse mouf ne.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Seisi Flobamora bersorak, pohon pisang bergoyang, kelapa menari, menyambut datangnya Meo-Meo.
Mari masuk dalam uim adat, lepas dosa, keluar dari tali pusat.

Baca Juga :  Penantian Belasan Tahun Berakhir, Warga Sulamu Kini Nikmati Jalan Hotmix Mulus

Bunga-bunga melingkar di leher, sit knino menyatu dalam tulang-tulang.
Kau yang terpanggil, dari jutaan Meo yang menangis di dalam pangkuan ibumu sendiri.

Maka sekarang kau Flobamorata.
Jantungmu, darahmu, tulang-tulang mu, nyalimu, dan hatimu. sengsaramu, kesepianmu, serta segala perbuatanmu adalah Flobamora.
Sebab itu terimalah beban 5,3 juta jiwa rakyat ini di pundakmu.

Minum air mata mereka di gelasmu. Makan kelaparan mereka di piringmu, bangunkan impian mereka dalam kerjamu. Pikul keresahan mereka di atas dagingmu.

Sekarang kau harus keluar dari gedung mu.
Pergilah ke negeri-negeri, masuklah ke dalam mata rumah rakyatmu, di bilik dinding-dinding. Ada kemiskinan yang telah merobohkan iman mereka.

Baca Juga :  Dua Tahun Kepemimpinan Yosef Lede - Aurum Titu Eki: Masyarakat Sulamu Akhirnya Rasakan Manisnya Pembangunan

Kelapa telah tumbang, diganti dengan tambang.
Tanah kian sempit, dijepit konglomerat dan berapa nyawa yang telah melayang demi makan satu hari.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung