Angin mengantarkan musimnya hari ini. Dari atas langit Nusa cendana wangi, Timor Amarasi, memberkati.
Bunga-bunga pinang mekar, aroma sirih menyebar.
Teunraen-buraen. Nonbes-tunbes. Teu’baun-heobaun,
mengalirkan kebahagiaan, mereka nok manse sae ne, tarantea manse mouf ne.
Seisi Flobamora bersorak, pohon pisang bergoyang, kelapa menari, menyambut datangnya Meo-Meo.
Mari masuk dalam uim adat, lepas dosa, keluar dari tali pusat.
Bunga-bunga melingkar di leher, sit knino menyatu dalam tulang-tulang.
Kau yang terpanggil, dari jutaan Meo yang menangis di dalam pangkuan ibumu sendiri.
Maka sekarang kau Flobamorata.
Jantungmu, darahmu, tulang-tulang mu, nyalimu, dan hatimu. sengsaramu, kesepianmu, serta segala perbuatanmu adalah Flobamora.
Sebab itu terimalah beban 5,3 juta jiwa rakyat ini di pundakmu.
Minum air mata mereka di gelasmu. Makan kelaparan mereka di piringmu, bangunkan impian mereka dalam kerjamu. Pikul keresahan mereka di atas dagingmu.
Sekarang kau harus keluar dari gedung mu.
Pergilah ke negeri-negeri, masuklah ke dalam mata rumah rakyatmu, di bilik dinding-dinding. Ada kemiskinan yang telah merobohkan iman mereka.
Kelapa telah tumbang, diganti dengan tambang.
Tanah kian sempit, dijepit konglomerat dan berapa nyawa yang telah melayang demi makan satu hari.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












