Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SUARA FLOBAMORATA. Karya Pdt. Kolmalei Kol Manimabi, S.Th

kabar-independen.com
IMG 20230817 180120

Pergilah kepada rakyatmu yang di pesisir. Lihat bagaimana lumbung ikan menjadi lambung mereka, dan harapan sebagai nelayan yang sampai detik ini, masih menjadi angan-angan.
Seperti musim barat meniup musim timur. Seperti angin menipu ombak-ombak. Seperti kail tanpa umpan, dan sudah tentu tanpa ada hasil tangkapannya. Seperti membuang jaring ke atas pasir. Seperti menggugurkan air mata di tengah laut, betapa sama asinnya.

Datanglah pada kami rakyatmu, tanpa membawa teori yang tak perlu.
Kelor sudah di mana? TJPS sudah sampai mana? Bagaimana mau tanam jagung, sedangkan sapi-sapi makan kembali jagung.

Bawakan makanan pada kami. Bawakan harapan pada kami. Sebab pemuda kami banyak yang menganggur. Banyak yang punya cita-cita tapi tak punya uang. Banyak yang punya kemampuan tapi tak punya orang dalam.
Banyak yang punya harapan, tapi bahkan tak punya sarapan.
Datanglah pada kami rakyatmu, yang telah kehilangan kepercayaan ini.
Katakanlah pada masa lalu kami, bahwa kamu adalah masa depan kami!
Sebab janji-janji perubahan, janji kemakmuran, selama ini hanya tampak pada baliho, bukan pada kenyataan.

Baca Juga :  Optimalkan Potensi Bahari,  Bupati Kupang Sambut Baik Program LAUTRA dari KKP RI

Meo-meo…Saat politik kepentingan mulai masuk pada agama, pada suku, didandani secantik-cantiknya, saat itu pula petani sopi kehilangan rejekinya, di ganti Sopia untuk kalangan borjuis. pariwisata kekurangan daya tariknya, pegawai buruk pelayanannya, orang kehilangan tanahnya, suku-suku kehilangan rumahnya, hak asasi manusia murah harganya, hukum dibeli sebisanya, orang-orang makan remah-remah yang tersisa di dapurnya, saudara jadi kambing hitam, dari Meo penguasa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung