Salah satu kisah diungkap oleh Gladis Narai. Awalnya selalu membeli serbuk kelor sebagai bahan baku pembuatan kue yang ia tekuni. Oleh sebab itu beliau di pertemukan dengan Dapur kelor agar di jelaskan perihal manfaat dan cara memproduksi kelor.
Berjalan nya waktu, Gladis Narai menjadi binaan dari dapur kelor dan sudah bisa memproduksi produk sendiri dengan mengambil bahan baku kelor dari masyarakat. Hingga saat ini usaha yang ia tekuni sudah berkembang pesat dan mempunyai 18 tenaga kerja dengan sebagian besar adalah para pelajar dan mahasiswa.
Gladis Narai mengakui, pemerintah sangat membantu secara maksimal melalui Dekranasda NTT dan di sponsori oleh Bank NTT. Produk yang di hasilkan adalah serbuk kelor, teh kelor, cookies kelor dan 1 jenis lagi dari tepung jagung Sorgum.
Ia menambahkan bahwa dukungan dan promosi full dari bunda Julie S Laiskodat sangat membantu dalam pemasaran hingga dapat menembus pasar Australia di bawah naungan Kadin.
Gladis Narai berharap usahanya makin berkembang dan bunda Julie Sutrisno Laiskodat bisa menjadi tamu terhormat untuk meresmikan gerai terbaru miliknya.
Ia bercita-cita membantu Pemerintah dalam penurunan stunting di wilayah NTT dengan menjadikan produknya sebagai makanan tambahan di setiap posyandu dan pusat kesehatan masyarakat mengingat kelor yang mempunyai berbagai manfaat kesehatan. (HIN)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












