Kedua : Salah satu korban dalam laporan Kepala Desa yakni Dina Tuka adalah isteri kepala Desa Enolanan dan sesuai kenyataan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rumah pribadi di wilayah Desa Enolanan.
Ketiga : Ada pula warga yaitu Simon Petrus Betis dan Nimrot Taopan yang sudah membongkar rumahnya sendiri untuk diperbaiki sebelum terjadi bencana Seroja akan tetapi dilaporkan bahwa rumah warga tersebut terkena dampak Seroja.
Warga menilai bahwa pemerintah Desa dalam hal ini Kepala Desa Enolanan mencoba melakukan rekayasa data penerima bantuan untuk kepentingan yang tidak jelas dan ini akan sangat merugikan pemerintah dalam memberikan bantuan dimaksud.
Warga Desa Enolanan meminta agar
tim yang telah melakukan verifikasi agar segera membatalkan bantuan dimaksud karena ini adalah bagian dari pembohongan yang dilakukan oleh Kepala Desa Enolanan dalam penanganan bantuan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.
Sementara itu, Kepala Desa Enolanan Leksi A. Namah belum dapat dikonfirmasi. Saat media ini berusaha mengkonfirmasi melalui sambungan telepon Selasa (10/05/2022), nomor handphone milik kepala desa sedang digunakan oleh sang isteri.
Sang isteri mengaku sedang berada di Oelamasi dan hendak kembali ke Desanya. Saat tiba di Desa Enolanan barulah dia memberitahukan kepada Kepala Desa untuk menghubungi media ini. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












