Tim satgas covid saat menutup liang tidak menggunakan alat bantu seperti sekop. Tidak ad alat bantu yang disiapkan dan lebih miris lagi ternyata satgas covid menggaruk tanah menggunakan helm dan face shield milik satgas untuk menutup liang kubur.
“Masa harus pakai helm petugas untuk garuk tanah. Saya ada di lokasi dan lihat itu semua mereka lakukan terhadap ayah saya. Saya marah wajar karena sebagai anak tidak mungkin lihat seperti itu lalu diam saja,”Ujar James.
Camat Kupang Tengah Rudolf Talan yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya hanya diperintah menyiapkan tempat pemakaman, sementara terkait teknis menjadi kewenangan satgas Kabupaten Kupang.
“Menyangkut teknis dan pemakaman kami tidak tahu tetapi kami sudah koordinasikan ke satgas kabupaten, Ternyata hari ini kita baru memulai pemakaman perdana dan kondisinya terjadi seperti ini,”Ungkap Camat Kupang Tengah.
Protes pihak keluarga kata dia, merupakan masukan bagi pemerintah untuk pembenahan kedepannya. Ia juga akan segera melaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kupang. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












