“Kita ingin SMPN 1 Kupang Tengah jadi sekolah unggulan. Lokasinya strategis di pinggir jalan dan mudah dijangkau publik maupun pemerintah pusat. Harus jadi contoh bagi sekolah lain,” tegasnya.
Meski demikian, Kepala SMPN 1 Kupang Tengah, Alfret Anabanu, melaporkan bahwa sekolahnya masih menghadapi tantangan berupa kekurangan tenaga pendidik untuk mapel TIK, Seni Budaya, dan BK, serta kondisi beberapa ruang kelas yang bocor saat musim hujan.
Pemerataan Guru dan Pengawasan Makan Bergizi Gratis
Selain infrastruktur, Bupati Yosef Lede menyoroti dua isu krusial lainnya yakni distribusi Guru . Bupati meminta Dinas Pendidikan segera melakukan analisis kebutuhan guru agar terjadi pemerataan. Hal ini penting agar para guru mendapatkan jam mengajar yang cukup sebagai syarat tunjangan sertifikasi.
Bupati memantau langsung pembagian makanan bagi siswa. Ia menegaskan pengawasan ketat terhadap menu makanan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN ).
“Kepala daerah dan satgas punya tanggung jawab penuh. Jangan sampai ada kesalahan menu karena ini menyangkut asupan anak-anak dan menjadi perhatian nasional,” tambahnya.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam kunjungan ini, Kepala Dinas PKO Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw, Kepala BPMP Provinsi NTT Irfan Karim, Camat Kupang Tengah, serta jajaran kepala desa setempat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












