Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Masyarakat Nyatakan Tolak Rencana Pembangunan Pabrik Kulit di Desa Oebelo, Ini Alasannya!

kabar-independen.com
Reporter : Yeyen Editor: Redaksi
IMG 20260206 WA0048
Bangunan dalam lokasi persawahan Oebelo yang akan dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat usaha pabrik kulit.
IMG 20260206 132119
Sosialisasi pembangunan Pabrik Kulit di Desa Oebelo yang dipimpin oleh Kepala Desa.

“Oleh karena itu saya undang masyarakat agar memberikan pertimbangan, saran dan pendapat,”ujarnya.

Mulyati selaku Pemilik Usaha menyampaikan bahwa sesuai rencana, dirinya akan membangun rumah tempat tinggal sekaligus usaha rumahan pembuatan kerupuk kulit berbahan utama kulit sapi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Mulyati saat mendapatkan berbagai pernyataan dari masyarakat, ia beralasan jika usaha yang akan digelutinya itu tidak akan mencemari lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :  Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, Wamen Dikti Sains-Tek Lepas 2.319 Mahasiswa KKN GENTASKIN Batch II di NTT

Sementara itu, beberapa orang perwakilan masyarakat yang diberikan kesempatan menyampaikan pendapat secara tegas menolak pembangunan rumah yang akan digunakan sekaligus sebagai tempat tinggal maupun tempat usaha.

Alasan utamanya kata masyarakat adalah lokasi tersebut merupakan lahan pertanian atau lahan sawah yang menjadi sumber utama mata pencaharian sebagai petani. Yang ditakutkan adalah pabrik kulit akan merusak lahan sawah akibat limbah yang terbuang akan merusak lahan sekitarnya.

“Lokasinya tepat berada di tengah sawah milik warga, kalau dibiarkan pasti limbahnya akan merusak sawah kami, lalu kami mau makan apa, sehingga kami secara tegas menolak,”ungkap masyarakat yang hadir.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung