Disebutkannya, lomba tarian tradisional Lufut diikuti oleh 13 tim yang berasal sebelas rukun tetangga, namun satu rukun tetangga mengirim lebih dari satu tim. Pelaksanaan sesuai kesepakatan bersama hanya digelar hanya sehari.
“Sesuai kesepakatan hanya satu hari, usai lomba langsung pengumuman pemenang oleh dewan juri serta pembagian hadiah, tim juri diambil dari Yayasan Ume Daya Nusantara (UDN) Kupang dan Kepala Desa Oefafi,”ujarnya.

Thomas Ola mengatakan, pelaksanaan lomba Tarian Lufut kali ini mendapat apresiasi dari seluruh warganya, dengan demikian ini direncanakan menjadi agenda tahunan pemerintah Desa.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD ) Nahum Otepah memberi apresiasi kepada Pemerintah Desa atas terselenggaranya lomba tersebut.
Baginya, lomba ini memiliki pesan penting untuk terus mengikat erat tali persaudaraan, kebersamaan dan semangat gotong royong yang tergambar dalam tarian Lufut itu.
“Ini sangat bagus, membangun semangat masyarakat dan menciptakan lingkungan yang rukun dan tentram sehingga semua program pemerintah desa didukung serta diikuti oleh semuanya, kami sangat bangga dan antusias mengikuti lomba ini,”ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












