Oelamasi, KI – Kampung Boni tepatnya di RT.05/RW.03 Dusun II Desa Baumata Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang – NTT, lokasinya berbatasan langsung dengan Kota Kupang.
Sebagai wilayah Suburban, kampung Boni nyaris tidak tersentuh pembangunan baik dari Perintah Desa maupun Pemerintah Daerah. Bukan hanya itu, kesulitan lainnya adalah pelayanan berupa administrasi kependudukan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Lukas Siki, Kamis (19/08/2022) di Desa Baumata menuturkan, dirinya bersama warga lainnya mulai menetap di kampung Boni sejak tahun 2007 silam. Wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 70 Kepala Keluarga, mayoritasnya merupakan perantau asal Kabupaten Timor Tengah Utara.
“Kami pernah dicap sebagai warga pendatang di Desa Baumata,”Ujar Lukas Siki.
Kesulitan yang dialami oleh warga kampung Boni kata Lukas Siki, wilayahnya selalu terendam banjir setiap kali musim hujan. Lepas dari musim hujan dan banjir, warga pun merasa kesulitan air bersih. Kebutuhan MCK mengandalkan pasokan air tangki yang dibelinya seharga Rp.60.000 per tangki ukuran 3000 liter.
Bukan hanya itu, jalan dalam kawasan perumahan yang sebelumnya dikerjakan dengan swadaya, kondisi jalan berbatu dan berdebu hingga warga terutama anak-anak sering menderita penyakit sesak napas. Usai musim hujan, warga mengumpulkan uang Rp. 10.000 untuk membeli tanah putih yang dipakai menutupi lubang – lubang di badan jalan yang tergerus banjir.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












