IBI telah bekerja keras, namun nyatanya angka kematian ibu dan anak serta stunting masih ada. IBI perlu bekerja sama dengan TP PKK, BKKBN dalam hal peningkatan akseptor KB.
Untuk mencapai target sejuta akseptor, IBI juga memberi target untuk masing – masing Kabupaten dengan minimal mencapai 1000 akseptor dari 22 cabang IBI seluruh NTT.
Ketua IBI Kabupaten Kupang Blandina Luangkali, SST, M.Kes kepada awak media mengatakan, IBI Kabupaten Kupang diberikan target sebanyak 1298 akseptor KB baru di tahun 2021. Target tahun 2021 ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni 1410.
Untuk mencapai target dengan menggerakkan semua bidan yang ada di semua Puskesmas dan Pustu untuk melakukan pelayanan KB secara serentak di seluruh wilayah baik pelayanan KB MKJP ( implan dan IUD, MOW) maupun non MKJP (suntik, Pil, Kondom).
Dirinya sangat optimis akan melampaui target yang diberikan oleh BKKBN NTT sebanyak 1298 dengan menggerakkan semua anggota IBI pada semua lini.
Sementara itu, Mariana Archoon Sailana, S.Tr. Keb, M.Kes salah seorang pengurus IBI Kabupaten Kupang mengatakan, bidan merupakan ujung Tombak dalam pelayanan kesehatan dan mempunyai peran besar dalam penurunan angka Kematian Ibu (AKI), Angka kematian Bayi (AKB ) dan Stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












