Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gedung SMPN 13 Fatuleu Tidak Layak, Ruang Kelas Berlantai Tanah, Kalau Rapat di Bawah Pohon

kabar-independen.com
PhotoCollage 1668689826404

Selain kondisi gedung tidak layak, sarana dan prasarana pendukung lainnya pun tidak dimiliki. Hal ini disiasati dengan menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Kendala terbesar yang dialami selama proses KBM setiap hari yakni ketiadaan sarana prasarana pendukung seperti bahan ajar, alat peraga serta sarana prasarana pendukung lainnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

“Sekolah ini sudah berkali-kali ajukan proposal tapi sampai hari ini belum ada jawaban, saya sudah koordinasi dengan dinas terkait dan jawabannya DAU dan DAK tahun ini tidak ada, alasannya bahwa dengan adanya covid maka semua dana dialihkan ke covid,”ungkapnya.

Baca Juga :  Dugaan Mark-up dan Monopoli Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kupang Mencuat, Korwil Angkat Bicara

Dian Rini Bees Guru Bidang Studi Bahasa Inggris mengaku telah mengabdi di SMPN 13 Fatuleu sejak awal berdirinya sekolah sejak 04 Juli 2018 silam.

IMG 20221117 210632
Guru Bidang Studi Bahasa Inggris.

Menurutnya tiga ruang kelas dibangun oleh masyarakat setempat dengan cara swadaya, semua disuplai oleh masyarakat setempat. Cikal bakal berdirinya sekolah ini sebenarnya sejak tahun 2016. Setelah usai dibangun tahun 2018, sekolah ini hanya memiliki 1 rombongan belajar.

“Tiga ruang kelas ini yang dibangun masyarakat, ini swadaya dari masyarakat. Kami beberapa orang guru yang masak untuk masyarakat kerja ini gedung, pemerintah tolong bantu kami para guru dan anak – anak bangsa yang kami didik,”ujarnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung