Daerah  

Dua Anggota DPRD Kabupaten Kupang Berbeda Pandangan Soal Penyintas dan Pansus Seroja

WaterMark1694054597759

Walaupun demikian, ia meminta para penyintas bersabar menunggu koordinasi BPBD dengan BNPB pusat untuk menggunakan sisa dana bahkan sangat dimungkinkan adanya tambahan dana dari BNPB.

Korban Seroja yang turut hadir dalam RDP ujarnya, sudah menyampaikan kegelisahan lantaran belum tersentuh bantuan, maka tugas pemerintah bersama DPRD menghapus air mata para korban seroja, mereka tidak bisa dibiarkan terus menunggu apalagi bencana Seroja sudah berulang tahun yang ketiga.

“Sebentar lagi masyarakat ini akan merayakan natal dalam suasana terpuruk karena belum tersentuh bantuan, karena itu sudah selayaknya pemerintah memikirkan langkah-langkah untuk bagaimana masyarakat bisa menerima bantuan,”ucap Deasy Ballo-Foeh.

Anggota DPRD sebagai representasi masyarakat berusah keras mewujudkan bantuan, langkah yang akan ditempuh yakni bersama BPBD mendatangi BNPB di Jakarta guna memperjuangkan agar dana bisa secepatnya diterima oleh penyintas.

Selain itu, Sekretaris DPC PDIP ini menegaskan agar pemerintah tidak menutup mata bagi masyarakat terdampak Seroja tetapi tidak terdata, dengan keterbatasan dana APBD 2023 apalagi dalam kondisi defisit maka pada pembahasan APBD 2024 dapat dianggarkan sehingga bagi masyarakat yang tidak terdata bisa memperoleh bantuan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung

Exit mobile version