Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Data Korban Bencana Seroja, Dana BTT Jadi Bidikan Utama Pansus DPRD

kabar-independen.com
1621387338179 scaled

Oelamasi, KI – DPRD Kabupaten Kupang resmi telah membentuk Pansus bencana seroja, pembebrukan Pansus itu disepakati bersama oleh anggota DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah Selasa 18 Mei 2021.

Pansus yang dikomandani oleh Politisi Golkar Habel Mbate akan menyoroti khusus beberapa hal yang mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Beberapa hal itu diantaranya soal amburadulnya data korban bencana seroja, distribusi bantuan kepada korban bencana serta penggunaan dana BTT sebesar tujuh miliar.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Bangun Keluarga, Aurum Titu Eki Lantik Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Kupang

Hans Anthon Nenosiam Subu Taopan atau karib disapa Hans Taopan, Selasa (18/05/2021) di gedung DPRD mengatakan tidak ada sinkronisasi data tentang korban bencana seroja antara pemerintah desa/kelurahan dengan posko bencana.

Politisi Partai NasDem ini memberi contoh, korban bencana di Desa Sahraen Kecamatan Amarasi Selatan sesuai data yang dimiliki oleh Desa dan Kecamatan berjumlah 153 orang, ternyata yang masuk dalam data resmi hasil kerja posko bencana hanya berjumlah 26 orang.

“Jumlah 26 orang itu datanya diambil dari mana, pakai pertimbangan apa yang kemudian keluar jumlah sebesar itu,”Ucapnya.

Baca Juga :  Optimalkan Potensi Bahari,  Bupati Kupang Sambut Baik Program LAUTRA dari KKP RI

Persoalan sama tentang perbedaan data antara pihak desa/kelurahan dan kecamatan dengan data hasil kerja posko bencana juga terjadi pada wilayah lainya di Kecamatan Amarasi Selatan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung