Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dandenkesyah Rutin Pantau Perkembangan Anak Stunting di Desa Sumlili

kabar-independen.com
IMG 20230325 WA0024
Dandenkesyah Rutin Pantau Perkembangan Anak Stunting di Desa Sumlili.

Oelamasi, KI – Dandenkesyah 09-04-01/Kupang Letkol Ckm dr. Boy Ramurthi, M.A.R.S.menugaskan dua orang anggota untuk memantau setiap hari perkembangan anak-anak 7 orang dari 13 orang Anak stunting di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Dandenkesyah selaku koordinator benar-benar memperhatikan perkembangan stunting yang tersebar di 5 dusun Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat – NTT.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting yaitu kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Baca Juga :  Gerak Cepat Lurah Naibonat Atasi Pergumulan Warga, Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan atau genetik dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Salah satu fokus Denkesyah 09-04-01 Kupang saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Desa Sumlili dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung