Apa Tantangan Revolusi 5P?
Sebaik apapun sebuah program itu dirancang, manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi ukuran keberhasilan sebuah program.
Pun demikian dengan Revolusi 5P sebagai andalan Pemerintah Kabupaten Kupang. Keberhasilan program ini sejatinya bukan perkara mudah seperti membalik telapak tangan, bukan pula mustahil untuk digapai keberhasilannya.
Berikut ini, beberapa tantangan yang mungkin dialami Pemkab Kupang seiring dengan gencarnya Revolusi 5P, antara lain :
1. Badai Siklon Tropis Seroja.
Badai siklon tropis Seroja yang menghantam seluruh wilayah Kabupaten Kupang pada bulan April 2021 lalu memaksa Pemerintah bekerja keras. Sebagian wilayah porak-poranda oleh badai yang datangnya tiba-tiba.
Kerusakan berat baik itu hunian Masyarakat, lahan pertanian dan lain sebagainya membuat pemerintah mesti berpikir ekstra untuk mengatasi persoalan pasca bencana itu. Akibatnya, pemerintah memang harus menggelontorkan dana 7 miliar untuk penanganan pasca bencana.
2. Pandemi Covid-19.
Selain Badai Siklon Seroja, Pandemi Covid-19 pun menjadi persoalan yang cukup menyita perhatian pemerintah.
Segala daya upaya dan dana dikerahkan untuk menanggulangi penyebaran virus berbahaya itu. Pemerintah bahkan harus tunduk pada arahan pemerintah RI melakukan refocusing APBD tahun 2020 untuk penanganan Corona virus disease. Hal ini sesuai keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 177/KMK.07/2020.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
