Oelamasi, KI – Korban badai siklon tropis Seroja di Kelurahan Naibonat Kabupaten Kupang merasa kecewa lantaran hunian tetap (Huntap) yang dibangun oleh pelaksana terkesan asal jadi dan tidak memperhitungkan keselamatan para penghuninya.
“Ini rumah untuk manusia tinggal bukan untuk binatang,”ujar warga RT.10/RW.08 Naibonat, Kamis (24/11)2022).
Menurut Matheos Bengkiuk yang mengakui sebagai korban Seroja kategori rusak berat, bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana terkesan asal jadi.
Ia merincikan beberapa hal yang membuatnya kecewa, fondasi rumah yang dikerjakan tanpa digali terlebih dahulu, pembesian sloof dan tiang menggunakan besi banci dengan menggunakan behel besi 5 milimeter, jarak behel 35 sentimeter, cor sloof bawah tidak ada batu pecah sehingga saat kering sangat mudah terkelupas.

“Saya coba tendang saja sloof sudah terlepas, sampai sekarang pekerjaan baru sampai cor sloof bawah,”ujarnya kesal.
Ia mengatakan, kualitas bangunan seperti itu membuat dirinya bersama keluarga ketakutan menghuninya, kulaitas demikian sangat mudah roboh bila terjadi gempa atau angin puting beliung.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












