<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makan Bergizi Gratis &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/makan-bergizi-gratis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2026 07:20:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Makan Bergizi Gratis &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rapat Evaluasi MBG Digelar Pemkab Kupang, Lemahnya Pengawasan SPPG Jadi Akar Masalah. Camat diperintahkan Awasi</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/rapat-evaluasi-mbg-digelar-pemkab-kupang-lemahnya-pengawasan-sppg-jadi-akar-masalah-camat-diperintahkan-awasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 06:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=8415</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, KI  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/rapat-evaluasi-mbg-digelar-pemkab-kupang-lemahnya-pengawasan-sppg-jadi-akar-masalah-camat-diperintahkan-awasi/">Rapat Evaluasi MBG Digelar Pemkab Kupang, Lemahnya Pengawasan SPPG Jadi Akar Masalah. Camat diperintahkan Awasi</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, KI  –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah cepat ini diambil guna menyikapi berbagai dinamika dan kejadian yang terjadi di lapangan, sekaligus menyusun rencana aksi konkret demi mengamankan program strategis nasional tersebut.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, persoalan mendasar yang mencuat adalah masih lemahnya sistem pengawasan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (<a href="http://kabar(-independen.com/tag/sppg" target="_blank" rel="noopener">SPPG</a>) di wilayah Kabupaten Kupang.</p>
<p>Saryaskus Paulus Liu selaku Sekretaris Satgas <a href="http://kabar-independen.com/tag/mbg">MBG</a> Kabupaten Kupang memaparkan bahwa saat ini SPPG sebagian besar masih beroperasi secara mandiri. Ia mengakui, pemantauan di daerah-daerah terpencil masih menghadapi tantangan berat.</p>
<p>&#8220;Saat ini tercatat ada 80 titik target. Dari jumlah tersebut, baru 4 titik yang sudah dilakukan pemasangan sistem modular,&#8221; ungkapnya saat memberikan laporan.</p>
<p>Sementara itu, tercatat ada 25 unit SPPG yang menjadi fokus perhatian dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kupang saat ini.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/rapat-evaluasi-mbg-digelar-pemkab-kupang-lemahnya-pengawasan-sppg-jadi-akar-masalah-camat-diperintahkan-awasi/">Rapat Evaluasi MBG Digelar Pemkab Kupang, Lemahnya Pengawasan SPPG Jadi Akar Masalah. Camat diperintahkan Awasi</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Mark-up dan Monopoli Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kupang Mencuat, Korwil Angkat Bicara</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/dugaan-mark-up-dan-monopoli-bahan-baku-program-makan-bergizi-gratis-di-kabupaten-kupang-mencuat-korwil-angkat-bicara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 08:13:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Markup]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=8353</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, KI  – Implementasi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang kini tengah...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/dugaan-mark-up-dan-monopoli-bahan-baku-program-makan-bergizi-gratis-di-kabupaten-kupang-mencuat-korwil-angkat-bicara/">Dugaan Mark-up dan Monopoli Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kupang Mencuat, Korwil Angkat Bicara</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, KI  –</strong> Implementasi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang kini tengah menjadi sorotan tajam. Dugaan praktik mark-up harga bahan baku hingga monopoli suplayer oleh oknum pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai mencuat ke publik.</p>
<p>Kabar miring ini pertama kali diungkapkan oleh salah seorang relawan SPPG yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut adanya indikasi permainan harga yang dilakukan secara sistematis oleh oknum pengelola dan akuntan di lapangan.</p>
<p>Sumber tersebut membeberkan bahwa oknum pengelola diduga sengaja mengatur selisih harga pembelian bahan makanan untuk meraup keuntungan pribadi dari anggaran per porsi yang bernilai Rp 10.000.</p>
<p>&#8220;Ini sangat ironis. Pengelola dikabarkan sudah mendapat keuntungan dari biaya sewa gedung, namun masih nekat mengambil selisih harga bahan makanan. Ini merugikan hak gizi anak-anak,&#8221; ungkap sumber tersebut secara eksklusif sebagaimana dilansir AtlasNews pada Jumat (23/04/2026).</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/dugaan-mark-up-dan-monopoli-bahan-baku-program-makan-bergizi-gratis-di-kabupaten-kupang-mencuat-korwil-angkat-bicara/">Dugaan Mark-up dan Monopoli Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kupang Mencuat, Korwil Angkat Bicara</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantau TKA dan Revitalisasi Sekolah, Bupati Yosef Lede Dorong SMPN 1 Kupang Tengah Jadi Sekolah Unggulan</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/pantau-tka-dan-revitalisasi-sekolah-bupati-yosef-lede-dorong-smpn-1-kupang-tengah-jadi-sekolah-unggulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 23:42:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[TKA]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=8329</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, KI – Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah satuan pendidikan di...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/pantau-tka-dan-revitalisasi-sekolah-bupati-yosef-lede-dorong-smpn-1-kupang-tengah-jadi-sekolah-unggulan/">Pantau TKA dan Revitalisasi Sekolah, Bupati Yosef Lede Dorong SMPN 1 Kupang Tengah Jadi Sekolah Unggulan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, KI –</strong> Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah satuan pendidikan di wilayah Kupang Tengah pada Selasa pagi (14/04/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (<a href="http://kabar-independen.com/tag/tka">TKA</a>) sekaligus meninjau hasil revitalisasi fasilitas sekolah sebagai langkah nyata peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Mengawali agendanya, Bupati Yosef mengunjungi SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satap. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kupang ini bertujuan untuk melihat hasil pembangunan lima unit ruang kelas baru, ruang guru, laboratorium, ruang UKS, hingga fasilitas sanitasi yang telah rampung pada Desember 2025 lalu.</p>
<p>Dalam arahannya, Bupati Yosef mengungkapkan bahwa <a href="http://kabar-independen.com/tag/revitalisasi">revitalisasi</a> ini merupakan hasil perjuangan panjang saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD.</p>
<p>&#8220;Saya dulu berjanji untuk memperjuangkan ini, dan Puji Tuhan usulan ini terwujud untuk menjawab kekurangan fasilitas ruang belajar bagi anak-anak kita,&#8221; ujar Yosef Lede.</p>
<p>Apresiasi senada disampaikan Kepala Sekolah SMPN 6 Kupang Tengah Satap, Anastasia Teni. Ia mengaku sangat terbantu karena dengan adanya gedung baru, aktivitas belajar mengajar kini bisa dilakukan sepenuhnya pada pagi hari tanpa harus menumpang di ruang kelas SD Negeri Balfai.</p>
<p><strong>SMPN 1 Kupang Tengah Bidik Status <a href="http://kabar-independen.com/tag/sekolah">Sekolah</a> Rujukan</strong></p>
<p>Berlanjut ke SMP Negeri 1 Kupang Tengah, <a href="http://kabar-independen.com/tag/bupati">Bupati</a> Kupang memantau pelaksanaan TKA yang dijadwalkan berlangsung pada 13-16 April 2026. Selain memberi motivasi kepada para siswa, Bupati menegaskan ambisinya agar sekolah ini menjadi benchmark atau sekolah percontohan di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/pantau-tka-dan-revitalisasi-sekolah-bupati-yosef-lede-dorong-smpn-1-kupang-tengah-jadi-sekolah-unggulan/">Pantau TKA dan Revitalisasi Sekolah, Bupati Yosef Lede Dorong SMPN 1 Kupang Tengah Jadi Sekolah Unggulan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantan Anggota Pelita Prabu Beberkan Fakta, Ada Dugaan Pungli Hingga Janji Digaji Setara UMP</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/mantan-anggota-pelita-prabu-beberkan-fakta-ada-dugaan-pungli-hingga-janji-digaji-setara-ump/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 02:06:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Ormas]]></category>
		<category><![CDATA[Pelita Prabu]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=7591</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Beberapa orang mantan anggota ormas Pelita Prabu di Kabupaten Kupang-NTT beberkan sejumlah...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/mantan-anggota-pelita-prabu-beberkan-fakta-ada-dugaan-pungli-hingga-janji-digaji-setara-ump/">Mantan Anggota Pelita Prabu Beberkan Fakta, Ada Dugaan Pungli Hingga Janji Digaji Setara UMP</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Beberapa orang mantan anggota ormas Pelita Prabu di Kabupaten Kupang-NTT beberkan sejumlah fakta menarik, dimulai adanya dugaan Pungutan Liar (<a href="http://kabar-independen.com/tag/pungli">Pungli</a>) hingga janji akan digaji setara Upah Minimum Provinsi (<a href="http://kabar-independen.com/tag/ump">UMP</a>).</p>
<p>Salah seorang mantan anggota <a href="http://kabar-independen.com/tag/ormas">ormas</a> Pelita Prabu asal wilayah Fatuleu yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (26/01) malam mengisahkan banyak hal.</p>
<p>Informasi yang diperoleh dari sumber mantan anggota ormas yang enggan namanya dipublikasi menyebutkan, dirinya adalah satu satu anggota yang direkrut sejak bulan April 2024 lalu menjadi pengurus tingkat kabupaten.</p>
<p>Dikisahkannya saat masuk menjadi anggota saat itu, dirinya bersama anggota lainnya diwajibkan menyetor uang sejumlah Rp. 35.000 per orang dan uang itu katanya akan digunakan untuk mencetak kartu tanda anggota. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh anggota tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga ke Desa/Kelurahan.</p>
<p>Sumber melanjutkan, permintaan uang kepada anggota tidak sebatas untuk biaya cetak kartu anggota saja. Bahkan untuk cetak baliho untuk pengurus semua tingkatan, print Surat Keputusan, biaya sewa gedung sekretariat pun para anggota diwajibkan mengumpulkan sejumlah uang.</p>
<p>Sejak direkrut hingga saat ini para anggota diwajibkan berkantor dari hari Senin hingga Jumat. Semua anggota kerap kali dijanjikan jika ormas tersebut akan mengelola program <a href="http://kabar-independen.com/tag/makan-bergizi-gratis">makan bergizi gratis</a> di Kabupaten Kupang-NTT.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/mantan-anggota-pelita-prabu-beberkan-fakta-ada-dugaan-pungli-hingga-janji-digaji-setara-ump/">Mantan Anggota Pelita Prabu Beberkan Fakta, Ada Dugaan Pungli Hingga Janji Digaji Setara UMP</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
