Pada kesempatan itu, Dr. Eliazer Teuf berpesan kepada pimpinan UPTD SMPN 13 Fatuleu dan seluruh tenaga pendidik agar menjaga kualitas pendidikan, disiplin serta memandang para murid sebagai anak kandung.
Sementara itu, Anggota DPRD Benediktus Humau dalam sambutannya mengisahkan bahwa dirinya pernah mengalami masa p pendidikan dasar dengan fasilitas yang sangat minim, gadung darurat juga fasilitas pendukung lainnya.

Berbagai keterbatasan yang dimiliki tidak lantas membuat para murid pada saat itu putus asa, namun tetap tekun belajar, mengasah kemampuan intelektual sehingga banyak sekali yang sukses. Ada yang menjadi anggota DPRD, Polisi, Bidan dan sebagainya.
Pendidikan kata Politisi Partai NasDem ini, bukan dilihat dari mewahnya gedung permanen, tetapi niat dan kerja keras dari para murid itu sendiri apakah ingin tekun belajar agar menjadi orang sukses dikemudian hari atau tidak.
Pembangunan 3 ruang kelas baru merupakan bukti kerja keras, kerjasama yang baik walaupun membutuhkan pergumulan panjang, sehingga tidak perlu ada pihak yang merasa paling berjasa.
Dikatakannya, usulan pembangunan gedung UPTD SMPN 13 Fatuleu sudah dua kali, DPRD sifatnya hanya mengusulkan sedangkan eksekusi program ada ditangan pemerintah daerah.
Dihadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Benediktus Humau meminta agar nasib para guru honorer diperhatikan oleh pemerintah, sebab ada diantaranya yang setia mengabdi tetapi hanya dihargai upah yang sangat minim.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












