“Lewat hari perempuan internasional kami mau mengajak anak-anak disekolah untuk mengetahui apa itu kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender ,”jelasnya.
Berbekal pengetahuan yang benar kata dia, angka ibu melahirkan masih usia anak dapat ditekan oleh pihak-pihak terkait diantaranya pemerintah, sekolah, LSM.
Kasus ibu melahirkan masih berusia anak cukup tinggi di Kabupaten Kupang yakni 53/1000 anak, jika tidak segera diatasi tentu akan menyumbang tingginya angka stunting.
Menurut Kepala BAPPEDA Juhardi D. Selan, S.STP, Strategi pembangunan di tahun 2024, penguatan kesehatan untuk penyelesaian masalah stunting
diprioritaskan pada remaja putri, Bumil dan balita stunting.

Peringatan Hari Perempuan Internasional kali ini menjadi momentum sinergitas program dengan sosialisasi kesehatan reproduksi.
Dirinya berharap, semua remaja memahami tentang hal mana yang berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












