Selain belajar membaca dan menulis, BRSPDRW Efata Naibonat juga memberi pelatihan ketrampilan produktif sesuai minat dan bakat. Jenis ketrampilan yang diajarkan seperti salon kecantikan, meubeler dan menjahit juga diberi modal usaha.
Ia mengisahkan, pada tahun 2019 dirinya ditunjuk oleh Dinas Pemuda dan Olahraga NTT sebagai penerjemah bahasa isyarat mendampingi para atlet difabel se-NTT mengikuti Olimpiade Paralimpic di Jakarta.
Menjadi sebuah kebanggaan saat itu karena kontingen NTT masuk peringkat 10 besar se-Indonesia dengan memboyong 8 medali emas, 6 medali perak dan 7 medali perunggu, semuanya dari cabang atletik.(Leon)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












