Menurut dia, NTT kekurangan bahan bacaan karena NTT tidak memiliki banyak penulis sehingga generasi didorong untuk dapat membaca dan menulis.
.”Kita Putra putri NTT harus menulis sehingga menciptakan seribu buku NTT dan itu merupakan karya anak lokal NTT yang akan berperan dalam pembangunan di NTT.
Dia meminta agar generasi mudah jangan malu menulis tetapi dapat memunculkan berbagai ide menulis.
Menulis kearifan lokal itu bagian identitas diri kita menulis tentang kelebihan yan dimiliki oleh daerah kita sendiri.
Menulis mengangkat budaya lokal menjadi kekayaan nasional dan menjadi nilai jual yang dapat dikenal di Indonesia bahkan Internasional. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












