“Disabilitas bukan kutukan, bukan pula tontonan, mereka pun tidak ingin dilahirkan seperti itu, mereka juga manusia yang harus dijaga, dirawat, dididik dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang,”Ungkapnya via Pesan WhatsApp.

Diruang privat, para orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas sering kali tidak menerima anaknya, orang tua sering berpikir bahwa panti asuhan menjadi tempat paling aman bagi anak. Penyandang disabilitas pun sering kali dibuli, dikurung dan diatar ke panti asuhan karena keluarga tidak mau menerimanya bahkan diasingkan.
Sebagai pengajar anak disabilitas di sekolah inklusif SD Inpres Lili dan juga penterjemah bahasa isyarat di BRSPDRW “Efata” Naibonat yang sering mendampingi mereka dibeberapa ajang olahraga tingkat nasional, ternyata atlet penyandang disabilitas mampu beprestasi dan pantas dibanggakan. Prestasi yang mereka raih itu belum tentu dapat dibuat oleh orang lain walaupun dalam kondisi yang tidak sama dengan penyandang disabilitas.
“Kenyataan yang dialami dalam dunia Disabilitas adalah nyata bagi mereka, karena mereka pantas untuk dibanggakan dimana berapa banyak anak Disabilitas yang berprestasi dengan talenta yang diberikan Tuhan,”Bebernya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












