“Hari ini kita mulai dengan target yang mungkin kita batasi, tapi besok barangkali kita mulai berpikir untuk melangkah lebih jauh, ketika ikut bertanding barulah kita sendiri memahami dimana kelemahan, tetapi bila tidak ikut satu kejuaraan maka percaya kita tidak pernah bisa mengukur diri, kita punya ketrampilan, kita punya kemampuan dasar seperti apa, ini tidak menolong kita mengintrospeksi diri dan memperbaiki kekurangan,”ungkapnya.
Kejurda di Malaka kata Bupati Kupang menjadi langkah awal sekalipun penuh keterbatasan dalam berbagai hal, namun pada kejuaraan-kejuaraan selanjutnya pasti akan lebih siap.
Bupati Kupang berpesan bahwa tinju adalah seni, bertinju adalah keterampilan dan karena itu prestasi menjadi pilihan tetapi prestasi bukanlah menjadi utama, olahraga mesti menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, mental dan perilaku. Bupati Kupang inginkan para atlit menjaga nama daerah, menghargai setiap lawan serta mengakui keunggulan kompetitif lawan.
Sementara itu, Sakti Masneno selaku Ketua Pertina mengatakan, kepengurusan periode 2022 – 2026 baru saja terbentuk dengan komposisi pengurus dari berbagai latarbelakang profesi.
Pertina Kabupaten Kupang ingin serius membina bibit-bibit petinju yang belum terpantau, kejuaraan daerah di Kabupaten Malaka akan melahirkan generasi emas petinju yang akan banyak meraih prestasi dimasa mendatang. Program pertama Pertina usai kejuaraan di Malaka adalah menggelar pertandingan tinju antar sasana. Ia juga minta dukungan pemerintah dalam upaya pengembangan cabang olahraga tinju di daerah ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












