Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Perhubungan, Kakorlantas Polri, dan Direktur Utama PT Jasa Raharja Tinjau Kesiapan Pelabuhan Merak Sambut Pemudik Menuju dan Dari Sumatra

kabar-independen.com
IMG 20250325 WA0015

Sedangkan kendaraan roda dua serta truk golongan 4, 5, dan 6 diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.Selain itu, Heru juga menyampaikan bahwa mulai 23 Maret 2025, ASDP tidak lagi membagi penumpang menjadi kelas eksekutif dan reguler di dalam kapal feri sebagai upaya pendistribusian penumpang yang menyeberang.

“Kami memperlakukan semua tiket secara reguler agar pendistribusian penumpang di kapal lebih mudah. Biasanya kalau penumpang kelas eksekutif masuk dari pintu depan. Setelah kami evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, antrean masuk di pintu depan itu malah menimbulkan kemacetan penumpang lain yang masuk. Jadi kami menerapkan solusi ini sehingga distribusi penumpang mungkin sama,” jelasnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Dalam kesempatan ini, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan pemantauan terkini dari Operasi Ketupat 2025 yang resmi dimulai pada 23 Maret hingga 8 April 2025 untuk Polda di seluruh provinsi di pulau Jawa, Lampung, dan Bali.

Salah satu sasaran yang dikelola dalam Operasi Ketupat 2025 adalah pelabuhan penyeberangan dan jalur yang menuju ke pelabuhan.

“Untuk jalan tol dan jalan arteri yang menuju ke Merak, kenaikan jumlah kendaraan akumulasinya itu 42%. Jadi H-10 ada kenaikan 14,7%, sedangkan H-9 kenaikannya 82%. Artinya bahwa WFA ini juga sangat baik sekali, mempengaruhi kondisi di penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni dan yang menuju ke trans Jawa. Untuk puncak arus mudik yang diprediksi pada H-3, nanti akan kami lihat traffic counting-nya untuk menentukan apakah nanti harus kita lakukan one way dan contra flow,” ujar Agus.

Khusus untuk menghadapi lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Merak, Korlantas Polri telah menyiapkan skema delay system. Agus menjelaskan, “Delay system itu berantai. Ketika sudah mendekati kondisi kuning di KM 68, itu sudah mulai delay system. Jika antrean masih panjang, nanti akan kami tarik lagi delay system mulai di KM 43. Jika masih padat, kami tarik lagi ke KM 13. Jadi mekanisme dan skenario sudah kami siapkan semuanya. Kami sudah koordinasi dan berkali-kali dapatkan arahan dari Pak Menteri untuk bisa kolaborasi.”

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung