Waket DPRD : Ditkrimsus Polda NTT Lidik Dugaan Penyelewengan Dana Seroja

Reporter : Semi Pello Editor: Redaksi
IMG 20240506 WA0008
Dua Pimpinan DPRD ditemani dua anggota saat memberikan keterangan pers, Senin 06 Mei 2024. (Foto : Him)

Ada juga yang rumahnya tidak rusak namun justeru nama terdata sebagai penerima bantuan. Ada pula warga yang masuk data penerima namun tak kunjung mendapatkan bantuan hingga aksi itu berlangsung. Ada juga persoalan yang diangkat soal adanya kekurangan jumlah dana yang dibayarkan tidak sesuai kategori kerusakan.

Bidikan APH kata dia, tajam mengarah pada sisa dana sebesar 46 miliar lebih yang mestinya dikembalikan ke kas negara, tetapi faktanya justru berbeda sesuai hasil temuan Pansus. Jika saja pemkab membagikan seluruh dana 229,9 miliar kepada 11.036 sesuai kategori kerusakan maka dipastikan tidak akan ada persoalan.

Faktanya, Pemkab kemudian membuat kebijakan dengan melakukan penyaluran dana kepada korban tidak sama dengan jumlah yang tertera dalam rekening.

Sedangkan Ketua DPRD Daniel Taimenas mengatakan, pimpinan DPRD akan menindaklanjuti dengan rekomendasi ke APH walau pihak APH telah melakukan penyelidikan.

Politikus Partai Golkar ini menyebut, pimpinan DPRD memang belum memberikan rekomendasi lantaran salah satu pimpinan DPRD sedang berada di luar negeri untuk berobat.

“Saya sudah keluarkan undangan untuk rapat pimpinan tapi ibu wakil masih di luar negeri untuk berobat,”ujar Daniel Taimenas.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung

Exit mobile version