Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pengakuan ini Menguatkan Indikasi Belanja Fiktif APBDes Tanah Merah

kabar-independen.com
IMG 20211004 145214

Oelamasi, KI – Pengakuan dibawah ini semakin menguatkan indikasi terjadinya belanja fiktif dalam APBDes Tanah Merah tahun anggaran 2020.

Dalam laporan realisasi pelaksanaan APBDes tahun anggaran 2020 yang juga telah diupload kedalam aplikasi sistem keuangan desa terdapat dua item belanja yang patut dicurigai fiktif.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin produk anda tampil disini? Klik Disini!!!

Dua item belanja itu adalah Penyelenggaraan pos kesehatan desa/polindes milik desa (obat, insentif, KB) senilai Rp.42.000.000 dan penyelenggaraan Posyandu (PMT, KIS, Lansia, Insentif) senilai Rp. 54.000.000,-.

Baca Juga :  Kasus Penyerangan di Mamboro: Majelis Hakim PN Waikabubak Vonis Ringan Tiga Terdakwa, Kuasa Hukum Korban Desak JPU Ajukan Banding

Kepala Pustu Tanah Merah Nofriyanti Kusuma, Amd. Keb, Senin (04/10/2021) yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, Pustu Tanah Merah selama tahun 2020 tidak pernah menerima obat – obatan dan biaya lain untuk pelayanan KB dari pemerintah desa.

Sepengetahuan dirinya, pemerintah desa hanya membayar insentif dua orang tenaga kesehatan yang dikontrak dan dibayarkan oleh pemerintah desa, selain itu tidak pernah ada.

Dirinya mengaku bahwa Pustu Tanah Merah hanya pernah diberikan 2 buah alat thermometer gun dan 1 botol hand sanitizer untuk penanggulangan penyebaran covid-19.

Baca Juga :  Kasus Penyerangan di Mamboro: Majelis Hakim PN Waikabubak Vonis Ringan Tiga Terdakwa, Kuasa Hukum Korban Desak JPU Ajukan Banding

Sementara itu, Sumber yang diperoleh dari seorang Kader Posyandu yang meminta namanya tidak dipublikasi justru memberikan pengakuan yang mencengangkan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung