Sementara itu, Wakil Ketua BPD Edy Niuplafu menyampaikan bahwa perilaku Kepala Desa Ekateta Yefta Yorim Mamo telah merusak tatanan kekerabatan dan sosial budaya.
“Perbuatan kepala desa ini kami nilai terlalu kurang ajar, kami sebagai orang tua, keluarga dan tokoh adat sudah beri nasehat, tetapi tidak pernah berubah bahkan semakin liar,”ujarnya.
Nasehat dari para tetua tidak pernah diikuti oleh Yefta Yorim Mamo yang dinilai sebagai pemimpin yang tidak punya etika hingga tidak pantas untuk dicontoh.
Sedangkan menurut Camat Fatuleu Hendra Mooy, perilaku Kepala desa sedemikian bukan cerita baru tetapi sudah sering terjadi.
Terkait dengan permintaan dari BPD dan masyarakat agar pemerintah mencopot Yefta Yorim Mamo dari jabatannya akan segera ditindaklanjuti, namun catatan utamanya harus sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.
“saya berterima kasih banyak, para orang tua bisa bertemu dan sampaikan sehingga bisa berproses sesuai mekanisme yang berlaku,”tandasnya.
Camat Fatuleu berpesan agar masyarakat tetap menjaga hubungan sosial kemasyarakatan, jaga persatuan. Ini bukan soal suka atau tidak suka, faktanya hari ini Kepala Desa tidak mampu sebagai contoh tentang peran seorang pemimpin.
“Apapun itu, masyarakat jangan sampai jadi korban, kita akan panggil kepala desa. Kita akan berproses sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku,”pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












