Pemicunya adalah kepala desa mabuk minuman keras, lalu bersama kakaknya dan beberapa orang lain melakukan pengeroyokan itu. Yefta Yorim Mamo tercatat pernah menyandera mobil ambulance Puskesmas Fatuleu, itu pun karena mabuk miras.
Kejadian penyanderaan terhadap mobil ambulance terjadi sesaat setelah Yefta Yorim Mamo pulang dari acara pelantikan perpanjangan masa Jabatan. Saat melakukan tindakan tidak terpuji itu, Yefta Yorim Mamo masih mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU).
Perilaku Kepala Desa Yefta Yorim Mamo saat ini menjadi sorotan seluruh masyarakat Ekateta, berbagai cara sudah dilakukan misalnya dengan cara dinasehati oleh para tetua adat bahkan pernah membuat surat pernyataan.
Perilaku Yefta Yorim Mamo tidak mencerminkan kepribadian seorang pemimpin, perbuatannya tidak pantas dan merusak nilai-nilai sosial, budaya dan kesopanan. Ia dinilai tidak layak menjadi pemimpin bagi ratusan orang masyarakat desa.
Akibat perilaku tidak sopan itu, banyak program kerja pemerintah desa terbengkalai, diantaranya RPJMDes perpanjangan masa jabatan 2 tahun belum dikerjakan, Laporan Pertanggung jawaban keuangan pun belum dikerjakan, juga terdapat banyak kejanggalan pengelolaan keuangan desa.
BPD dan Masyarakat dalam rapat bersama telah bersepakat untuk mengajukan mosi tidak percaya serta mendesak agar Bupati Kupang segera mencopot Yefta Yorim Mamo sebagai Kepala Desa Ekateta.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
